SELAMAT DATANG

Terima kasih anda telah mengunjungi webblog saya, dapatkan beberepa informasi disini.

Integrasi SDLC dalam NIST 800-30?

Minimizing negative impact on an organization and need for sound basis in decision making are the fundamental reasons organizations implement a risk management process for their IT systems. Effective risk management must be totally integrated into the SDLC. An IT system’s SDLC has five phases: initiation, development or acquisition, implementation, operation or maintenance, and disposal.

PENGENALAN GRAFIKA KOMPUTER

Pengertian Grafika Komputer Grafika komputer merupakan studi tentang bagaimana membuat gambar/grafik dan bagaimana memanipulasinya dengan menggunakan komputer

Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan

Kota Banjarmasin adalah ibu kota provinsi Kalimantan Selatan, Indonesia serta kota terbesar dan terpadat di Kalimantan. Kota ini juga termasuk salah satu kota besar di Indonesia dan Kota terpadat di luar pulau Jawa. Wikipedia

STKIP PGRI BANJARMASIN

Visi STKIP PGRI Banjarmasin adalah unggul, profesional dan berkarakter Misi STKIP PGRI Banjarmasin adalah Menyelenggarakan proses pendidikan yang unggul, profesional dan berkarakter; Menyelenggarakan kegiatan penelitian bidang pendidikan dan keilmuan yang terkait dengan pengembangan pendidikan dan pembangunan yang bertaraf internasional, nasional dan daerah menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berkenaan dengan kebutuhan pendidikan dan pembangunan

Friday, November 17, 2017

Kebijakan Baru Pencairan JHT BPJS Ketenagakerjaan 100%



BPJS Ketenagakerjaan atau yang dahulu lebih dikenal dengan Jamsostek, semakin mengembangkan pelayanannya, namun bukan hanya layanannya saja yang dituntut harus menjadi lebih baik dan semakin baik tetapi pembaharuan kebijakan pun selalu dinanti agar bisa terus memberikan yang terbaik bagi masyarakat ada umumnya dan khususnya bagi para peserat BPJS TK itu sendiri.

Perubahan kebijakan ataupun terjadi perkembangan pada BPJS TK tentunya bagi Anda yang merupakan salah satu peserta dari BPJS TK ini, perlulah mengupdate hal-hal terbaru yang terjadi di BPJS TK, mengapa harus demikian? Dikarenakan saat ini BPJS Ketenagakerjaan melakukan perombakan pada kebijakan yang akan lebih memaksimalkan pelayanan dan kesejahteraan para pekerja Indonesia.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah(PP) No 60 tahun 2015 yang mulai berlaku sejak 1 september 2015 menyatakan bahwa saldo JHT bisa diambil 10%, 30% hingga 100% tanpa harus menunggu usia kepesertaan 10 tahun atau peserta minimal berumur 56 tahun seperti yang tertera di peraturan sebelumnya (Peraturan Pemerintah (PP) No 46 tahun 2015)
Merupakan satu kabar baik bagi para peserta BPJS TK, selain itu bagi Anda yang merupakan peserta dari BPJS TK ada beberapa informasi terkait untuk mengklaim JHT ini yang harus Anda ketahui dan pahami agar Anda tidak binggung lagi dan lebih lancar dalam proses pengurusan BPJS TK Anda.

Syarat dan Ketentuan

Bagi Anda yang akan mencairkan program JHT, ada beberapa pilihan cara untuk claimsaldo JHT, bisa dicairkan 10 % saja, 30% saja atau hingga 100%, dibawah ini adalah beberapa syarat dan ketentuannya,

Ketentuan Mencairkan Saldo JHT 10%, 30% Hingga 100%

Berikut beberapa ketentuan yang harus Anda ketahui terkait cara mencairkan (klaim) saldo JHT Jamsostek (BPJS ketenagakerjaan):
  • Sesuai dengan peraturan pemerintah no 60 tahun 2015 yang mulai berlaku sejak 1 september 2015, Pencairan JHT BPJS Ketenagakerjaan 10% dan 30% bisa dilakukan hanya untuk peserta yang masih bekerja dengan syarat usia kepesertaan sudah menginjak 10 tahun, pencairan hanya boleh dipilih salah satu, 10% atau 30% saja, tidak bisa dua-duanya. 10% untuk dana persiapan pensiun, sedangkan yang 30 persen untuk biaya perumahan.
  • Setelah melakukan salah satu pencairan 10% atau 30% pencairan berikutnya yang bisa dilakukan adalah pencairan 100% setelah keluar dari pekerjaan.
  • Sementara untuk mencairkan saldo JHT sampai 100% hanya diperuntukan untuk peserta yang sudah tidak bekerja (keluar, resign atau PHK), saldo bisa langsung dicairkan setelah menunggu 1 bulan sejak keluar tidak bekerja.
  • Pencairan JHT BPJS Ketenagakerjaan 100% Tidak bisa dicairkan tanpa paklaring (surat pengalaman/berhenti kerja) paklaring bisa diminta dari perusahaan yang sudah Anda tinggalkan, jika perusahaan sudah tidak ada maka bisa meminta ke disnaker.
  • Pastikan Data KTP sama dengan data Kartu Keluarga (KK) jika berbeda Anda bisa membuat surat keterangan koreksi kesalahan dari kelurahan setempat.
  • Pengambilan Saldo JHT tidak bisa diwakilkan, jika si peserta cacat total pencairan harus disertai surat kuasa, kecuali untuk peserta yang meninggal dunia.
  • Cara klaim JHT Jika kartu BPJS hilang, untuk mencairkan saldo JHT BPJS, Anda harus mengurus surat pengganti kartu peserta yang hilang yaitu surat keterangan hilang dari kepolisian. Dengan mencantumkan no Kartu Peserta BPJS di dalam surat keterangan hilang tersebut, maka Anda sudah bisa mencairkan JHT Anda.
  • Untuk Peserta yang sudah berhenti bekerja, saldo JHT bisa dicairkan 100% setelah menunggu selama satu bulan sejak keluar dari pekerjaan, meskipun usia kepesertaan kurang dari 10 tahun.

Persyaratan Pencairan JHT BPJS Ketenagakerjaan 10% dan 30% Terbaru

Dan satu hal lagi yang perlu dipahami oleh para peserta BPJS TK dari adanya peraturan baru itu adalah ketika peserta sudah mencairkan JHT yang sebesar 10% atau 30%, maka peserta BPJS TK tidak bisa mencairkan JHT secara bertahap lagi. Tahap selanjutnya sendiri setelah pencairan 10% atau 30% adalah pencairan 100% atau klaim JHT secara penuh. Klaim pencairan JHT 100% ini sendiri membutuhkan waktu sebulan sejak peserta yang bersangkutan sudah berhenti bekerja. Berikut ini adalah persyaratan untuk mencairkan saldo JHT 10% atau 30% yang berlaku mulai 1 september 2015 berdasarkan peraturan pemerintah No 60 tahun 2015:
  1. Peserta minimal sudah bergabung selama 10 tahun
  2. Peserta masih aktif bekerja diperusahaan.

Syarat untuk Mencairkan Saldo JHT 10%

  1. Fotocopy kartu BPJS TK/Jamsostek dengan membawa yang asli.
  2. Fotocopy KTP atau Paspor Peserta dengan menunjukkan yang asli.
  3. Fotocopy KK (Kartu Keluarga) dengan menunjukkan yang asli.
  4. Surat keterangan masih aktif bekerja dari perusahaan.
  5. Buku Rekening Tabungan

Syarat untuk Mencairkan Saldo JHT 30%

  1. Fotocopy kartu BPJS TK/Jamsostek dengan membawa yang asli.
  2. Fotocopy KTP atau Paspor Peserta dengan menunjukkan yang asli.
  3. Fotocopy KK (Kartu Keluarga) dengan menunjukkan yang asli.
  4. Surat keterangan masih aktif bekerja dari perusahaan.
  5. Dokumen Perumahan.
  6. Buku Rekening Tabungan

Jika Anda ingin mencairkan JHT sebesar 10% dan 30% maka Anda harus bersiap dengan pemberlakuan pajak progresif yang harus ditanggung.
  • Pajak progresif sendiri dikenakan mulai dari 5% hingga 30%.
  • Jika saldo JHT di bawah Rp50 juta akan dikenakan pajak sebesar 5%. Dan jika Anda pekerja yang memiliki saldo JHT antara Rp50 juta sampai Rp250 juta maka tarif pajaknya lebih besar yaitu 15%.
  • Jika saldo JHT Anda antara Rp250 juta sampai Rp500 juta maka pajaknya yaitu sebesar 25%.
  • Jika saldo JHT yang telah mencapai lebih dari setengah milyar, maka tarif pajaknya adalah 30%.
  • Namun bila pekerja tidak pernah mencairkan JHT meski sudah mencapai 10 tahun kepesertaan ini maka berapapun saldo JHT Anda nanti saat akan mencairkannya pajak yang dikenakan hanya sebesar 5%.

Sunday, August 27, 2017

PENGENALAN GRAFIKA KOMPUTER


PENGENALAN GRAFIKA KOMPUTER

Dasar Teori 
Pengertian Grafika Komputer
Grafika komputer merupakan studi tentang bagaimana membuat gambar/grafik dan bagaimana memanipulasinya dengan menggunakan komputer. 
 
 
 
 
 
 
 
Perbedaan antara Picture/gambar, graphics/grafik dan Image/citra :
Picture/gambar : Paling luas/umum. Mencakup grafik dan citra.
Graphics/grafik : Gambar yang dibuat dengan dengan cara dan aturan
tertentu tanpa alat perekam gambar.
Image/citra : Gambar yang diambil dengan alat pengambil gambar
            ( kamera, satelit, foto, sidik jari, scan dll)

Dengan bahasa lain, istilah grafika komputer juga dapat diartikan segala sesuatu selain teks atau suara. Seiring dengan perkembangan teknologi dewasa ini, gambar-gambar yang dihasilkan dan ditampilkan pada komputer menjadi bagian kehidupan sehari-hari yang dapat ditemui misalnya pada televisi, koran dan majalah yang fungsinya untuk menampilkan hasil yang lebih komunikatif dan realistis. Selain itu juga grafika komputer ditemukan pada bidang-bidang kedokteran, geologi dan tak terkecuali dalam bidang pendidikan untuk pengajaran dan penulisan karya-karya ilmiah

Sistem Grafika Komputer
Sistem komputer baik itu perangkat lunak ataupun keras untuk membuat gambar/grafik dan memanipulasinya. Sistem grafika komputer dibedakan menjadi dua yaitu :
  • Non-interaktif
Grafika non-interaktif dibuat sebagai akhir dari proses dalam bentuk hardcopy. Contoh : Printer, Plotter dll
  • Interaktif
Grafika interaktif dapat dibuat dan dimanipulasi secara interaktif pada layar peranti peraga. Peranti-peranti peraga interaktif yang paling umum digunakan : CRT (Tabung sinar katoda). Lain-lain : Plasma, LCD, laser, dsb.

Istilah-istilah Grafika Komputer 
Prinsip CRT 
Pemendaran phosfor pada layar (permukaan dalam tabung bagian depan) setelah ditembak berkas elektron. Untuk mengatur ketajaman berkas, digunakan suatu focusing system, suatu anoda bercelah sempit. Berkas elektron yang menyebar disaring oleh celah hingga tersisa lintasan berkas yang tipis. Kadang-kadang ditambah suatu akselerator elektron, juga berupa anoda bercelah. Berkas ini lalu diarahkan ke deflektor.

Kerja Deflektor
Deflektor elektrostatis : berupa dua pasang lempeng (deflektor), satu pasang sebagai pengarah vertikal dan yang lainnya pengarah horisontal. Arah berkas di atur dengan merubah-rubah voltase lempeng. Deflektor magnetis mengatur medan magnit (atau medan listrik) di ruang antara lempeng yang dilalui berkas.

Refresh CRT
Karena pemendaran phosfor hanya terjadi sesaat maka untuk bisa berpendar terus menerus dilakukan pemendaran berulang, istilahnya mengalami refresh.

Persistensi
Lamanya partikel phospor yang berpendar (mulai saat menerima elektron hingga pendarannya masih dianggap nyala oleh mata atau tinggal 10% dari maksimum). Aplikasi animasi memerlukan persistensi yang lebih rendah. Aplikasi peragaan statis memerlukan persistensi yang lebih tinggi.

Refresh Rate
Berapa kali (frekuensi) refresh dilakukan dalam satu detiknya. Bila rendah maka akan terjadi kedipan (flickering). Semakin tinggi semakin baik hingga > kecepatan maksimum dimana mata masih dapat menangkap kedipan 60 Hz (60 frame/sec)

Resolusi
Jumlah posisi maksimum titik pada layar yang dapat diperagakan tanpa overlap. Resolusi ditentukan oleh jenis phospor dan sistem fokus dan defleksinya.

Bandwidth Monitor
Satuan yang sering digunakan sebagai spesifikasi teknis monitor, yang menyatakan kecepatan elektron gun melakukan satu perioda on-off (on ketika menembak satu pixel dan off ketika berpindah ke pixel yang lain) per detik.

Aspect Ratio
Perbandingan jumlah titik vertika dengan horisontal untuk menghasilkan garis yang sama panjangnya pada masing-masing arah.

Scan Line
Satu baris penyapuan (scanning) berkas pada layar, biasanya dinomori 0,1,2,… interlace vs. non-interlace urutan baris yang disapu bisa interlace (setiap scanline bernomor genap lalu yang bernomor ganjil) atau non-interlace (secara berurutan semua scanline).

Monitor LCD
Suatu kristal cair akan memiliki polaritas tertentu bila mendapatkan medan listrik. Jika digabungkan dengan dua lapis polaritas filter cahaya maka komposisi panel-panel tersebut berfungsi sebagai “pintu” yang dapat membuka-tutup terkendali oleh medan listrik pixel yang bersangkutan. Resolusinya ditentukan oleh kerapatan elektrodanya. Pencahayaannya sederhana (mis. Untuk kalkulator) : menggunakan cahaya ruangang yang dipantulkan oleh lapisan reflektor dibelakang lapisan-lapisan tsb.

Piranti-piranti Hardcopy
Dot Matrix Printer, Plotter, Laser Printer, Ink-Jet Printer, foto.

Saturday, October 29, 2016

Zachman Framework

Zachman Framework merupakan EA yang memberikan landasan untuk mengklasifikasikan dan mengkategorikan aset-aset yang dikembangkan dan dirancang. Framework ini memiliki struktur yang koheren untuk mengorganisir dan mengatur rancangan aset yang penting bagi manajemen secara keseluruhan pada organisasi tertentu (Raynard, 2007:83). Framework ini bertujuan menyediakan struktur dasar untuk mendukung organisasi dalam akses, integrasi, interpretasi, pengembangan, manajemen, dan transformasi terhadap representasi aset dari sistem informasi perusahaan (Minoli, 2008:129).
Framework bagi EA merupakan skema klasifikasi 2 (dua) dimensi untuk merepresentasikan deskripsi dari suatu enterprise. Hal ini diperoleh melalui pengamatan terhadap bermacam-macam obyek fisik. Setiap model framework mendefinisikan entitas-entitas arsitektur ke dalam baris-baris dan atribut untuk setiap entitas ke dalam kolom-kolom.
           
Zachman framework menurut Parizeau adalah sebagai berikut:
We have identified the Zachman Framework as the de facto standard for enterprise architecture framework. We also identified two main approaches to enterprise architecture, the Enterprise Architecture Planning (EAP) methodology and the Enterprise Architecture Strategy (EAS) process model. (Parizeu, 2002:29)

Zachman framework adalah sebagai standar pasti untuk framework EA. Dia  juga mengidentifikasi dua pendekatan utama untuk EA, yang mana sebagai metodologinya yaitu EAP dan sebagai model prosesnya yaitu metodologi Enterprise Arsitektur Strategi (EAS). Zachman framework bukan suatu metodologi untuk mengembangkan EA, akan tetapi Zachman framework merupakan framework untuk mengkategorikan artifak EA. Zachman framework dapat dimanfaatkan untuk menentukan apakah suatu metodologi meliputi semua aspek dalam EA atau aspek apa saja yang dicakup oleh metodologi. Zachman framework untuk EA terdiri dari 6 (enam) kolom dan 6 (enam) baris yang ditunjukan pada Gambar 2.1.
Secara umum tiap kolom merepresentasikan fokus, abstraksi atau topik EA, yaitu:
1.      What (data): menggambarkan kesatuan yang dianggap penting dalam bisnis. Kesatuan tersebut adalah hal-hal yang informasinya perlu dipelihara.
2.      How (fungsi): mendefinisikan fungsi atau aktivitas. Input dan output juga dipertimbangkan pada kolom ini.
3.      Where (jaringan): menunjukkan lokasi geografis dan hubungan antara aktivitas dalam organisasi, meliputi lokasi geografis bisnis yang utama.
4.      Who (orang): mewakili manusia dalam organisasi dan metrik untuk mengukur kemampuan dan kinerjanya. Kolom ini juga berhubungan dengan user interface dan hubungan antara manusia dan pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya.
5.      When (waktu): mewakili waktu atau kegiatan yang menunjukkan kriteria kinerja. Kolom ini berguna untuk mendesain jadwal dam memproses arsitektur.
6.      Why (motivasi): menjelaskan motivasi dari organisasi dan pekerjanya. Disini terlihat tujuan, sasaran, rencana bisnis, arsitektur pengetahuan, alasan pikiran dan pengambilan keputusan dalam organisasi.
 
Gambar 2.1 Zachman Framework untuk Enterprise Architecture (Zachman, 1992:600)

Setiap baris pada Zachman framework mewakili perspektif yang berbeda dan unik, dimana baris yang bawah menjelaskan lebih rinci baris di atasnya, yaitu:
1.      Perspektif Perencana (Planner View), yaitu menetapkan konteks, latar belakang dan tujuan enterprise.
2.      Perspektif Pemilik (Owner’s View), yaitu menetapkan model-model konseptual dari enterprise.
3.      Perspektif Perancang (Designer’s View), yaitu menetapkan model-model sistem informasi sekaligus menjembatani hal-hal yang diinginkan pemilik dan hal-hal yang dapat direalisasikan secara teknis dan fisik.
4.      Perspektif Pembangun (Builder’s View), yaitu menetapkan rancangan teknis dan fisik yang digunakan dalam mengawasi implementasi teknis dan fisik.
5.      Perspektif Subkontraktor (Subcontractor), yaitu menetapkan peran dan rujukan bagi pihak yang bertanggung jawab untuk melakukan pembangunan secara teknis dan fisik serta mengadakan komponen-komponen yang diperlukan.

6.      Perspektif Fungsi Sistem, yaitu merepresentasikan perspektif pengguna dan wujud nyata hasil implementasi.

Friday, October 28, 2016

MANAJEMEN KUALITAS SISTEM INFORMASI

Faktor-Faktor Kualitas Perangkat Lunak

Kualitas perangkat lunak adalah keberadaan karakteristik dari suatu produk yang dijabarkan dalam kebutuhannya, artinya kita harus melihat terlebih dahulu karakteristik-karakteristik apa yang berhubungan atau tidak dengan kebutuhan-kebutuhan yang diiinginkan oleh pemakai. Karakteristik yang dimaksud yaitu contra-productive characteristics dan neutral characteristic. Sedangkan factor-faktor kualitas perangkat lunak menurut McCall terdiri dari :
1.   Correctness : Sejauh mana program memenuhi spesifikasi dan memenuhi tujuan tugas pengguna. Kebenaran adalah sejauh mana kerja produk dan output yang bebas dari cacat hasil kerja produk setelah dikirimkan. Kebenaran menjawab pertanyaan khas berikut: Apakah aplikasi dan data sudah lengkap, akurat dan konsisten?
2.        Efciency : Kemampuan produk perangkat lunak untuk memberikan kinerja yang sesuai dan relatif terhadap jumlah sumber daya yang digunakan pada saat keadaan tersebut. Efisiensi adalah sejauh mana sesuatu secara efektif menggunakan (yaitu, meminimalkan konsumsi atas) sumber dayanya. Sumber daya ini dapat mencakup semua jenis sumber daya seperti komputer (perangkat keras, perangkat lunak, dan jaringan), mesin, fasilitas, dan personil. Juga, jumlah sumber daya komputasi dan kode yang diperlukan oleh program untuk melakukan fungsi, kumpulan atribut yang digunakan pada hubungan antara tingkat kinerja perangkat lunak dan jumlah sumber daya yang digunakan saat itu. Efisiensi berkaitan dengan "membagi beban, deteksi kesalahan end-to-end: tes sederhana, cacat kinerja yang muncul di bawah beban berat, mengutamakan keselamatan, penskalaan, throughput, latency, ketersediaan. Apakah model memenuhi tujuannya tanpa pemborosan sumber daya?
3.         Flexibility : Upaya yang diperlukan untuk memodifikasi program operasional. Upaya untuk mengubah atau memodifikasi produk perangkat lunak untuk beradaptasi dengan lingkungan lain atau menjadi aplikasi lain yang berbeda dari rancangannya
4.       Functionality : Kemampuan produk perangkat lunak untuk menyediakan fungsi yang dinyatakan memenuhi dan mengandung yang dibutuhkan ketika perangkat lunak digunakan dalam kondisi tertentu. Fungsionalitas merupakan atribut yang menjaga keberadaan fungsi dan sifat spesifik mereka. Fungsi adalah sesuatu yang memenuhi atau mengandung kebutuhan. Fungsionalitas dinilai dengan mengevaluasi fitur dan kemampuan dari program, sifat umum dari fungsi yang dikirimkan dan keamanan sistem secara keseluruhan
5.   Integrity : Sejauh mana akses ke perangkat lunak atau data oleh orang yang tidak berhak dapat dikendalikan. Juga, atribut yang terkait dengan pengendalian produk perangkat lunak untuk akses ilegal untuk program dan data
6.      Interprobability : Kemampuan produk perangkat lunak untuk berinteraksi dengan satu atau lebih sistem tertentu. Juga, upaya yang diperlukan untuk memasangkan satu sistem dengan yang lain, atribut perangkat lunak yang bergantung pada kemampuannya untuk berinteraksi dengan sistem tertentu, sejauh mana sistem atau salah satu komponennya terhubung dengan benar dan beroperasi dengan sesuatu yang lain.
7.   Maintainability : Kemampuan produk perangkat lunak untuk dimodifikasi. Modifikasi dapat mencakup koreksi, perbaikan atau adaptasi dari perangkat lunak untuk disesuaikan dengan lingkungan, dan dalam persyaratan dan spesifikasi fungsional. Juga, upaya yang diperlukan untuk menemukan dan memperbaiki kesalahan dalam program operasional. Pemeliharaan adalah saat dimana aplikasi atau komponen dapat dipertahankan antara rilis utama. Juga, atribut yang diperhatikan pada upaya yang diperlukan untuk membuat modifikasi tertentu, eberapa banyak perubahan atau memodifikasi komponen untuk memperbaiki kesalahan, untuk meningkatkan kinerja, atau untuk beradaptasi dengan lingkungan yang berubah
8.   Portability : Kemampuan produk perangkat lunak untuk dapat dipindahkan dari satu lingkungan ke lingkungan yang lain. Juga, upaya yang diperlukan untuk memindahkan program dari satu konfigurasi perangkat keras dan atau lingkungan sistem perangkat lunak ke sistem lain. Portabilitas adalah saat dimana aplikasi atau komponen dapat dipindahkan dari satu lingkungan yang lain.
9.    Reability : Kemampuan produk perangkat lunak untuk mempertahankan tingkat kinerja tertentu ketika digunakan dalam kondisi tertentu. Keandalan adalah kemampuan yang diharapkan dari program untuk melakukan fungsinya yang membutuhkan ketelitian. Hal ini dievaluasi dengan mengukur frekuensi dan tingkat keparahan kegagalan, keakuratan hasil output, waktu yang berarti antara kegagalan (MTBF), kemampuan untuk pulih dari kegagalan dan prediktabilitas dari program ini karena program yang tidak dapat dipercaya sering gagal, atau menghasilkan data yang tidak benar. Juga, kehandalan merupakan atribut yang ditentukan pada kemampuan perangkat lunak untuk mempertahankan tingkat kinerja saat di bawah kondisi untuk jangka waktu tertentu. Keandalan adalah sejauh mana produk beroperasi tanpa kegagalan dalam kondisi tertentu selama periode waktu tertentu.
10.     Reusability : Reusabilitas adalah saat dimana aplikasi atau komponen yang sudah ada dapat digunakan kembali. Ini adalah sejauh mana sebuah program dapat digunakan dalam aplikasi lain yang berkaitan dengan kemasan dan ruang lingkup fungsi yang program lakukan. Misalnya, reusabilitas yang mungkin ketika semua modul berisi dua atau lebih fungsi unik yang jika dipisahkan dari kode utama, dapat digunakan kembali oleh program lain. Selain itu, ia merupakan atribut yang berkaitan dengan beban transfer modul atau program untuk aplikasi lain.
11.     Testability : Kemampuan produk perangkat lunak yang memungkinkan modifikasi perangkat lunak untuk divalidasi. Juga, upaya yang diperlukan untuk menguji program untuk memastikan ia melakukan fungsi yang diharapkan. Testability adalah saat dimana aplikasi atau komponen memfasilitasi penciptaan dan pelaksanaan keberhasilan tes (yaitu, tes yang akan menyebabkan kegagalan yang disebabkan semua cacat yang ada). Juga, atribut perangkat lunak yang berkaitan dengan upaya yang diperlukan untuk memvalidasi modifikasi perangkat lunak.
12.  Understandability : Kemampuan produk perangkat lunak untuk memungkinkan pengguna untuk memahami apakah perangkat lunak tersebut cocok, dan bagaimana perangkat lunak itu dapat digunakan untuk tugas dan kondisi tertentu. Juga, atribut perangkat lunak yang diperlukan dalam upaya pengguna untuk mengenali konsep logis dan penerapannya

A.       Faktor Kualitas Perangkat Lunak Operasional Produk
Berdasarkan model McCall, 5 faktor kualitas yang terdapat di dalam kategori operasional produk yang berhubungan langsung dengan kebutuhan operasional harian antara lain :
1)         Correctness (Kebenaran)
Kebutuhan kebenaran didefinisikan sebagai daftar dari kebutuhan keluaran dari sebuah sistem software. Spesifikasi keluaran biasanya multidimensi, beberapa di antaranya termasuk :
o   Tujuan Output
o   Akurasi dari keluaran yang dapat dapat merugikan jika perhitungan datanya tidak tepat.
o   Kelengkapan dari informasi keluaran yang merugikan jika informasinya tidak lengkap.
o   Informasi Terkini (didefinisikan sebagai waktu antara kejadian dan yang ditunjukkan oleh sistem perangkat lunak).
o   Ketersediaan informasi (reaksi terhadap waktu, didefinisikan sebagai waktu yang diperlukan untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan sebagai reaksi atas permintaan perusahaan)
o   Standarisasi coding dan dokumentasi sistem software
Contoh Kasus :
Persyaratan Correctness dari suatu sistem informasi keanggotaan klub adalah sebagai berikut :
Ø  Tujuan output : Daftar terdefinisi yang terdiri dari 11 jenis laporan, empat jenis huruf standar untuk anggota dan delapan jenis pertanyaan, yang akan ditampilkan pada monitor berdasarkan permintaan.
Ø  Akurasi yang dibutuhkan dari output : Probabilitas untuk output yang tidak akurat, mengandung satu atau lebih kesalahan, tidak melebihi 1%.
Ø  Kesempurnaan informasi keluaran : Probabilitas hilang data tentang anggota, kehadirannya di acara-acara klub, dan pembayarannya tidak melebihi 1%.
Ø  Informasi terbaru : Tidak lebih dari dua hari kerja untuk informasi tentang partisipasi dalam acara dan tidak lebih dari satu hari kerja untuk informasi tentang masuknya pembayaran anggota dan data pribadi.
Ø  Tersedianya informasi : Reaksi waktu untuk query akan kurang dari dua detik rata rata, waktu reaksi untuk laporan kurang dari empat jam.
Ø  Standar diperlukan dan pedoman : Perangkat lunak dan dokumentasinya diwajibkan untuk mematuhi pedoman klien.

2)       Reliability (Tahan Uji)
Kebutuhan akan reliability terkait dengan kegagalan menyediakan layanan. Kebutuhan ini menentukan rata-rata kegagalan yang diperbolehkan dalam sistem dan mengacu ke keseluruhan sistem atau satu atau lebih dari fungsi yang berbeda. Persyaratan Reliability berurusan dengan kegagalan untuk menyediakan layanan yang ditentukan dengan tingkat kegagalan maksimum yang diperbolehkan sistem perangkat lunak, dan dapat merujuk pada seluruh sistem atau untuk satu atau lebih fungsi terpisah.
Contoh Kasus :
o   Frekuensi kegagalan unit heart-monitoring yang akan beroperasi dalam bangsal perawatan intensif rumah sakit ini harus kurang dari satu dalam 20 tahun. Fungsi deteksi serangan jantung diwajibkan untuk memiliki tingkat kegagalan kurang dari satu per satu juta kasus.
o   Salah satu persyaratan dari sistem perangkat lunak baru untuk dipasang di kantor cabang utama Bank Kemerdekaan yang mengoperasikan 120 cabang adalah tidak ada kegagalan, dalam rata-rata lebih dari 10 menit per bulan selama jam kantor bank. Selain itu, probabilitas dari off-time (waktu yang dibutuhkan untuk perbaikan dan pemulihan semua layanan bank) dalam waktu lebih dari 30 menit harus kurang dari 0,5%.

3)         Efficiency
Kebutuhan efisiensi terkait dengan kebutuhan akan sumber daya hardware untuk melaksanakan seluruh fungsi dalam sebuah sistem software dan memenuhi semua kebutuhan yang lain.
Sumber daya perangkat keras utama yang harus dipertimbangkan adalah kemampuan pengolahan computer (diukur dalam MIPS - jutaan instruksi per detik, MHz atau MegaHertz - jutaan siklus per detik, dll), kemampuan penyimpanan data dalam hal memori dan kapasitas disk (diukur dalam MBs - Megabytes, GBS - Gigabytes, TB - Terabytes, dll) dan kemampuan komunikasi data dari jalur komunikasi (biasanya diukur dalam kbps - Kilobits per detik, Mbps - Megabits per detik, dan Gbps - Gigabits per detik). Persyaratan tersebut mungkin termasuk nilai maksimum di mana sumber daya hardware akan diterapkan dalam sistem perangkat lunak yang dikembangkan atau firmware.
Contoh Kasus :
o   Sederetan toko mempertimbangkan 2 alternatif penawaran terhadap sistem perangkat lunak. Kedua penawaran berisi penempatan computer yang sama pada kantor pusat dan semua cabang-cabangnya. Perbedaan dari kedua proposal tersebut terletak pada volume penyimpanan, dimana untuk penawaran A : 20 GB per komputer di cabang, 100 GB di komputer Kantor Pusat, sementara penawaran B : 10 GB per komputer di cabang, 30 GB di komputer Kantor Pusat. Ada juga perbedaan terkait jumlah jalur komunikasi yang dibutuhkan. Penawaran A berisi 3 jalur komunikasi dengan kecepatan masing-masing 28.8 kbps antara masing-masing cabang dan kantor pusat, sementara penawaran B berisi 2 jalur komunikasi dengan kecepatan yang sama antara masing-masing cabang dan kantor pusat. Dalam kasus ini jelas bahwa penawaran B lebih efisien dari penawaran A karena lebih sedikit sumber daya hardware yang dibutuhkan.
o   Sebuah unit meteorologi outdoor, dilengkapi dengan 1000 mA hour cell, harus memiliki kemampuan untuk memasok kebutuhan energi dari unit tersebut paling sedikit 30 hari. Pengukuran kinerja sistem, sekali dalam satu jam, hasil dalam bentuk logs, dan mengirimkan hasil satu hari sekali ke pusat meteorology melalui komunikasi nirkabel (wireless).

B.        Faktor Kualitas Perangkat Lunak Perbaikan Produk
Menurut model McCall faktor kualitas perangkat lunak, tiga faktor kualitas terdiri dari kategori revisi produk. Faktor-faktor tersebut berhubungan dengan orang-orang persyaratan yang mempengaruhi
lengkap kegiatan pemeliharaan perangkat lunak: pemeliharaan korektif (koreksi kesalahan perangkat lunak dan kegagalan), adaptif pemeliharaan (mengadaptasi perangkat lunak saat ini untuk keadaan tambahan dan pelanggan tanpa mengubah perangkat lunak) dan perfektif pemeliharaan (peningkatan dan perbaikan perangkat lunak yang ada dengan mengenai isu-isu lokal terbatas). Ini adalah sebagai berikut.
1)         Maintainability
Persyaratan Maintainability menentukan upaya yang akan dibutuhkan oleh pengguna dan personil perawatan untuk mengidentifikasi alasan kegagalan perangkat lunak, untuk memperbaiki kegagalan, dan untuk memverifikasi keberhasilan koreksi. Ini persyaratan faktor tersebut mengacu pada struktur modular perangkat lunak, internal program dokumentasi, dan manual programmer, di antara barang-barang lainnya.
Contoh :
Khas maintainability persyaratan:
(a)     ukuran sebuah modul perangkat lunak tidak akan melebihi 30 laporan.
(b)     pemrograman akan mematuhi perusahaan pengkodean standar dan pedoman.
2)         Flexibility
Kemampuan dan upaya yang diperlukan untuk mendukung kegiatan pemeliharaan adaptif tercakup oleh persyaratan fleksibilitas. Ini termasuk sumber daya (yaitu dalam manusia-hari) yang diperlukan untuk mengadaptasi paket perangkat lunak untuk berbagai pelanggan perdagangan yang sama, dari luasan berbagai kegiatan, dari rentang yang berbeda produk dan sebagainya. Persyaratan ini faktor tersebut juga mendukung perfektif pemeliharaan kegiatan, seperti perubahan dan penambahan perangkat lunak dalam rangka meningkatkan layanan dan untuk disesuaikan dengan perubahan dalam perusahaan teknis atau komersial lingkungan.
Contoh :
TSS (guru perangkat lunak pendukung) berkaitan dengan dokumentasi prestasi murid, perhitungan nilai akhir, pencetakan dokumen grade panjang, dan pencetakan otomatis surat peringatan kepada orang tua murid gagal. Spesifikasi perangkat lunak termasuk persyaratan fleksibilitas sebagai berikut:
(a)     Perangkat lunak ini harus sesuai untuk guru-guru semua mata pelajaran dan sekolah semua tingkatan (SD, SMP dan tinggi).
(b)     Non-profesional harus mampu menciptakan jenis baru laporan menurut dengan kebutuhan guru dan / atau pendidikan kota departemen tuntutan.
3)         Testability
Testability persyaratan berurusan dengan pengujian sistem informasi sebagai juga dengan operasi. Testability persyaratan untuk kemudahan pengujian adalah terkait dengan fitur khusus dalam program yang membantu tester, misalnya dengan memberikan hasil antara standar dan file log. Testability persyaratan terkait dengan operasi software otomatis yang dilakukan mencakup diagnostik oleh sistem perangkat lunak sebelum memulai sistem, untuk mengetahui apakah semua komponen dari sistem perangkat lunak yang berfungsi dengan baik dan untuk mendapatkan laporan tentang kesalahan terdeteksi. Tipe lain dari persyaratan transaksi ini dengan cek diagnostik otomatis diterapkan oleh para teknisi pemeliharaan untuk mendeteksi penyebab kegagalan perangkat lunak. Contoh :
Sebuah unit kontrol industri komputer diprogram untuk menghitung berbagai ukuran status produksi,  laporan tingkat kinerja mesin, dan mengoperasikan sinyal peringatan dalam situasi yang telah ditetapkan. Satu testability persyaratan dituntut adalah untuk mengembangkan satu set data uji standar dengan diharapkan sistem yang dikenal reaksi yang benar di setiap tahap. Ini uji standar data akan dijalankan setiap pagi, sebelum produksi dimulai, untuk memeriksa apakah unit komputer bereaksi dengan benar.

C.       Faktor Kualitas Perangkat Lunak Peralihan Produk
Menurut McCall, tiga faktor kualitas termasuk dalam transisi produk kategori, kategori yang berkaitan dengan adaptasi perangkat lunak untuk lain lingkungan dan interaksi dengan sistem perangkat lunak lain.
1)         Portabilitas
Persyaratan Portabilitas cenderung adaptasi dari sistem perangkat lunak untuk lainnya lingkungan yang terdiri dari hardware yang berbeda, sistem operasi yang berbeda, dan sebagainya. Persyaratan ini memungkinkan untuk terus menggunakan yang sama software dasar dalam situasi beragam atau menggunakannya secara bersamaan di berbagai hardware dan sistem operasi situasi.
Contoh :
Sebuah paket perangkat lunak yang dirancang dan diprogram untuk beroperasi di Windows 2000 lingkungan diperlukan untuk memungkinkan transfer murah untuk Linux dan Windows NT lingkungan.



2)         Reusabilitas
Reusability persyaratan berurusan dengan penggunaan perangkat lunak modul awalnya dirancang untuk satu proyek dalam proyek software baru saat ini sedang dikembangkan. Mereka juga dapat memungkinkan proyek-proyek masa depan untuk menggunakan modul yang diberikan atau grup modul dari software yang dikembangkan saat ini. Penggunaan kembali perangkat lunak diharapkan dapat menghemat sumber daya pembangunan, memperpendek masa pengembangan, dan menyediakan modul lebih berkualitas. Manfaat ini kualitas yang lebih tinggi berdasarkan asumsi bahwa sebagian besar kesalahan perangkat lunak telah terdeteksi oleh kegiatan jaminan kualitas dilakukan pada perangkat lunak yang asli, oleh pengguna perangkat lunak asli, dan selama menggunakan kembali yang sebelumnya. Isu-isu reuse perangkat lunak menjadi subjek standar industri perangkat lunak (lihat IEEE, 1999).
Contoh :
Sebuah unit pengembangan perangkat lunak telah diwajibkan untuk mengembangkan sebuah sistem perangkat lunak untuk operasi dan kontrol dari sebuah kolam renang hotel yang melayani hotel tamu dan anggota klub renang. Walaupun manajemen tidak mendefinisikan persyaratan usabilitas, pemimpin tim unit, setelah menganalisis informasi persyaratan pengolahan spa hotel, memutuskan untuk menambahkan persyaratan reusabilitas bahwa beberapa perangkat lunak modul untuk kolam renangharus dirancang dan diprogram dengan cara yang akan memungkinkan penggunaan kembali dalam spa's perangkat lunak masa depan sistem, yang rencananya akan dikembangkan tahun depan.
Modul ini akan memungkinkan:
Ø  Memeriksa validitas Masuk kartu keanggotaan dan merekam kunjungan.
Ø  Restaurant penagihan.
Ø  Pengolahan surat perpanjangan keanggotaan.

3)         Interoperabilitas
Interoperabilitas persyaratan fokus pada pembuatan interface dengan perangkat lunak lain sistem atau dengan firmware peralatan lain (misalnya, firmware dari mesin produksi dan peralatan pengujian antarmuka dengan produksi pengendalian perangkat lunak). Persyaratan Interoperabilitas dapat menentukan nama (s) dari perangkat lunak atau firmware untuk interface mana yang akan diperlukan. Mereka bisa juga menentukan struktur output diterima sebagai standar dalam industri tertentu atau aplikasi daerah.
Contoh :

Firmware peralatan laboratorium medis diperlukan untuk prosesnya hasil (output) menurut struktur data standar yang kemudian dapat berfungsi sebagai masukan untuk sejumlah sistem informasi laboratorium standar.